Rahajeng Rahina Suci Kuningan

#kuningan
#purikauhanubud
#purikauhanubudfamily
...

Nyanggre rahina suci Galungan dan Kuningan, para semeton iring titiang belajar dari Pemargin dan Piteket Gung Lingsir: Belajar Tanpa Batas.

Long life education. Belajar tanpa batas dalam samudera pengetahuan tak bertepi.

Gung Lingsir menceritakan pengalaman hidupnya mulai sekolah di jaman penjajahan Belanda di Ubud. Bekerja di perusahan Jepang. Lalu berjuang ikut perang gerilya (pada tayangan YouTube sebelumnya). Dan akhirnya setelah selesai berjuang, sekolah di SLUA Denpasar yg banyak gurunya dari kalangan pejuang. Gung Lingsir aktif berorganisasi saat itu untuk mengumpulkan dana bagi sekolah yg dibakar.

Setelah selesai pendidikan SLUA melanjutkan sekolah ke Malang. Tamat di Malang lanjut ke sekolah kedokteran di Surabaya. Tapi tdk selesai. Lalu bekerja di Front Pembebasan Irian Barat. Setelah itu aktif di Front Nasional.

Kisah ini mengajarkan pada kita agar tidak pernah berhenti belajar. Kesulitan dan tantangan pasti ada. Tapi Gung Lingsir terus sekolah. Walaupun tidak mencapai apa yg beliau inginkan, pembelajaran yg didapat di sekolah formal dan juga sekolah kehidupan sangat berarti. Pendidikan adalah jendela dunia. Pendidikan juga tangga awal yg memungkinkan kita menaiki tangga selanjutnya. Jangan pernah berhenti untuk belajar.

Saksikan lebih jauh tayangannya di channel YouTube Puri Kauhan Ubud TV: https://youtu.be/83BS19QBPo8. Jangan lupa subscribe dan Like.
...

Selamat untuk Anak Agung Gde Ari Sudewa @sudewa_7 yg di wisuda dari UNUD secara virtual hari ini. Semoga ilmu yg diperoleh menjadi bekal untuk meguna desa, bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.

Menjadi istimewa karena bisa diwisuda langsung oleh Guru Besar Gung Lingsir di Gedong Kaja Kangin Puri Kauhan Ubud
...

Jangan Warisi Abunya, Warisilah Apinya.

Kisah Perjuangan Gung Lingsir di Masa Revolusi Kemerdekaan.

Saksikan tayangan lengkapnya di You Tube Puri Kauhan Ubud TV: https://youtu.be/o-PO8A1nN8Y

Segera Subcribe dan Like.
...

Pemberitahuan: Pabligbagan Virtual sementara selesai dulu, akan diganti dengan NGORTE. Cooming soon. ...

Pabligbagan Virtual #7 Puri Kauhan Ubud akan mempersembahkan Video Bali Bangkit yang berisi pesan dan harapan Para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner OJK, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19.

Video akan dilaunching oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan sekaligus menjadi narasumber Pabligbagan Virtual #7 dengan tema Bali Bangkit.

Silakan gabung pada hari Minggu, 26 Juli 2020 pukul 14.30 WITA sampai selesai dalam Pabligbagan Virtual #7 Puri Kauhan Ubud melalui zoom: https://us02web.zoom.us/j/85820613093 dengan ID: 858 2061 3093. Suksma
...

Pabligbagan Virtual #6 Puri Kauhan Ubud

Tema rembug:
Bali Next Pandemic: Menjajaki Wellbeing Economy & Wellness Tourism

Apa pelajaran berharga pandemi Covid-19 bagi Bali? Sangat banyak. Setidaknya hal itu terlihat dari butir2 pemikiran dalam Pabligbagan Puri Kauhan Ubud yg telah berlangsung 5 seri.

Bali Next Pandemic atau Bali Next Normal harus ditata dengan spirit baru, era baru. Salah satunya dengan kembali ke konsep *wellness* dan *wellbeing*. Kedua konsep ini dapat dilacak jejaknya pada sistem nilai dan tradisi yg hidup dalam masyarakat Bali maupun dalam berbagai literatur modern yg mengangkat kembali tema wellbeing economy.

Tema wellness juga semakin meluas ketika pandemi membuat prioritas berubah dengan menekankan aspek kesehatan menjadi yg paling utama. Sehingga cara konsumsi, cara bekerja dan cara berlibur akan sangat dipengaruhi oleh shifting ini.

Untuk membedah lebih jauh terkait tema wellbeing economy dan wellness tourism, Yayasan Puri Kauhan Ubud kembali menggelar pabligbagan virtual #6 dengan tema: *Bali Next Pandemic: Menjajaki Wellbeing Economy dan Wellness Tourism*.

Pengantar akan diberikan oleh Budayawan & Kolumnis: Goenawan Mohamad

Sedangkan narasumber adalah tiga Duta Besar Semeton Bali:

1. I Gusti Ngurah Ardiyasa, Dubes RI untuk Sri Lanka & Maladewa.

2. I Gede Ngurah Swajaya, Dubes RI untuk Singapura

3. Dewa Made Juniarta Sastrawan, Dubes RI untuk Zimbabwe dan Zambia.

Host: AAGN Ari Dwipayana

Pabligbagan akan diselenggarakan pada hari Minggu, *19 Juli 2020, pukul 15.00-18.00 WITA*.

Silakan join zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/8793552248

Meeting ID: 879 355 2248

Tempat terbatas 100 orang. Silakan join lebih awal jam 14.30 WITA. Selain melalui zoom bisa juga mengakses siaran live via YouTube https://www.youtube.com/channel/UCG3P3MOgSbysaNZbo2xJLhw.

Matur Suksma.
...

*Pabligbagan Virtual #5 Puri Kauhan Ubud*

Tema rembug: *Mapitulung (Saling Bantu) di Masa Pandemi*

Konsep "Mapitulung atau Matetelung (saling bantu)" sudah lama hidup dalam praktik kehidupan masyarakat Bali. Akar nilai-filosifinya dijumpai dalam banyak manuskrip dan selanjutnya diturunkan dalam pelembagaan sistem sosial yg membuat orang Bali memiliki ketangguhan (resilience), proteksi sosial dan juga social capital untuk bertahan (survive) dan dalam menghadapi setiap guncangan/krisis di komunitasnya.

Sejalan dengan perjalanan waktu pranata tradisional Mapitulung ini berdampingan, bersaing atau bahkan disubstitusi oleh sistem perlindungan dan kesejahteraan sosial yg di delivered oleh Negara. Terutama dengan mulai dikenalkannya skema bantuan sosial (bansos) oleh negara.

Di masa pandemi, kita melihat kedua instrumen perlindungan sosial sedang bekerja. Pemerintah telah menyalurkan berbagai skema bansos. Selain itu, bermunculan inisiatif mapitulung dari masyarakat dan komunitas baik di desa adat sampai dengan kelompok CSO. Mulai dengan cara: berbagi sembako, membeli produk petani lokal sampai dengan saling menjaga antar tetangga.

Untuk membedah lebih jauh konsep dan praktik mapitulung atau metetelung di masa Pandemi, Pabligbagan Virtual #5 menghadirkan nara sumber:

1. *Ganjar Pranowo*, Gubernur Jawa Tengah, Penggerak Jogo Tonggo

2. Sulastama Raharja, Penggerak KAGAMA Canthelan.

3. Tjokorda Raka Kerthyasa, Bendesa Desa Adat Ubud

4. Ida Bagus Mandara Brasika, Penggerak "DariDesaku" : Gotong-royong borong Sayur Petani Lokal.

Pabligbagan Virtual #5 akan diselenggarakan:

Hari/tanggal: *Minggu, 12 Juli 2020.*
Mulai pukul: 15-18 WITA

Silakan join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/8793552248

Meeting ID: 879 355 2248

Tempat terbatas 100 orang. Silakan join lebih awal jam 14.30 WITA. Selain melalui zoom bisa juga mengakses siaran live via YouTube https://www.youtube.com/channel/UCG3P3MOgSbysaNZbo2xJLhw.

Matur Suksma.
...

Pasemetonan ageng Puri Kauhan Ubud menghaturkan Rahajeng nyanggra rahina suci Saraswati.

Mengutip status IG semeton @dwipayanaari: Di hari ini, setiap enam bulan sekali, umat Hindu, khususnya di Bali, menurunkan pustaka lontar (manuskrip), buku2 dan sumber2 pengetahuan sebagai bentuk penghormatan pada Sang Hyang Aji Saraswati.

Dewi Saraswati adalah sakti (kekuatan) dari Brahma, Sang Pencipta. Secara simbolik, proses penciptaan memerlukan kekuatan pengetahuan, jika digunakan secara bijaksana akan bermanfaat untuk kebahagiaan semua makhluk.

Puja bhakti pada Sang Hyang Aji Saraswati harus dilanjutkan dengan kesungguhan untuk merawat semua sumber pengetahuan terutama warisan lontar, membaca, memahami, mendiskusikan, mengujinya dan selanjutnya mengamalkan dalam laku kehidupan.

Tradisi di Bali, proses belajar (dhyayana) dimulai dengan Nyastra: mengenal aksara, membacanya, memahami artinya dan mendiskusikanya (dharmatula). Pesan yg terkandung dalam sastra ini menjadi widya/Kadyatmikan/kawiadnyanan yg akan menjadi sesuluh (sinar lampu) dalam kegelapan.

Tradisi nyastra sesungguhnya pada saat bersamaan terkandung kehendak untuk merawat sumber2 sastra. Kalau dibaca maka sekaligus minimal dibersihkan. Jangan sampai "moksah" dimakan ngetnget. Tapi itu belum cukup. Tradisi nyastra seharusnya jadi ajang untuk rembug/pegepuk sastra. Mendiskusikan dan melihat relevansi sastra dalam konteks kekinian dan masa depan. Pegepuk sastra adalah ruang terbuka untuk melihat teks dgn teks, teks dengan konteks.

Pegepuk sastra ini akan membuat lontar sebagai sumber pengetahuan tradisional tdk perlu dibenturkan dgn modernitas. Lontar bisa menjadi sumber pengetahuan untuk memahami pelembagaan sistem sosial-ritual yg kita warisi hari ini di Bali sekaligus fondasi dalan melihat masa depan.

Ketika kita sudah berhasil memahami sastra maka kita bisa melanjutkan tradisi Nyastra harus jadi Tastra berjalan yg diamalkan dalam kehidupan. Selamat bermandikan pengetahuan.

#saraswatipuja #saraswati2020 #purikauhanubud #purikauhanubudfamily
...