UWUG KLUNGKUNG
UWUG KLUNGKUNG Setelah perang Kusamba, pada tahun 1850 kekuasaan Kerajaan Klungkung dipegang oleh Dewa Agung Ketut Agung yang bergelar Ida Dewa Agung Putera. Untuk membedakan dengan ayahnya yang bergelar Dewa Agung Putera (Kusamba) maka kita
UWUG KUSAMBA
UWUG KUSAMBA Setelah menaklukan Buleleng dan Karangasem pada tahun 1849, Belanda melanjutkan ekspedisi militer ke Klungkung. Mengapa kerajaan Klungkung menjadi sasaran agresi Belanda karena Kerajaan Klungkung dianggap melanggar kontrak politik yang terjait dengan penghapusan hak
UWUG KARANGASEM
UWUG KARANGASEM Tidak banyak catatan sejarah yang mengangkat mengenai kejatuhan kerajaan Karangasem pada tahun 1849 akibat serangan pasukan dari Kerajaan Selaparang (Mataram-Lombok) yang dipimpin oleh Gusti Gde Rai. Pasukan dari Lombok berhasil menduduki Puri Karangasem
UWUG BULELENG
UWUG BULELENG Setelah kehancuran kearajaan Gelgel, pada abad ke-19, muncul delapan kerajaan yang masing-masing berdaulat. Salah satunya adalah kerajaan Buleleng. Wilayah kekuasaan Buleleng membentang luas sepanjang bagian utara pulau Bali, kemudian masuk merangsek ke selatan
UWUG GELGEL
UWUG GELGEL Pada tahun 1383, Dalem Smara Kepakisan memindahkan keraton ke Swecapura atau dikenal sebagai Gelgel. Hampir tiga ratus tiga tahun, dinasti Sri Aji Kresna Kepakisan mengendalikan pemerintahan dari Keraton Gelgel. Tahun 1651 keraton Gelgel
UWUG BEDAHULU
UWUG BEDAHULU Sebelum Dinasti Sri Aji Kresna Kepakisan berkuasa di Swecapura, sudah ada raja-raja yang memerintah atas pulau Bali dalam kurun waktu ratusan tahun. Jejak sejarah dimulai dari prasasti/ stamba Blanjong yang menyebutkan memuat angka tahun